Samarinda, Minggu 29 Mei 2016
Dalam
rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2016 Forum Remaja dan Youth
Center CCE PKBI Kaltim mengadakan kegiatan dengan nama Save Our Planet demi
mendukung gerakan FCTC. Aksi kegiatan ini bermula dari pukul 07.00 pagi di tiga titik fasilitas umum
seperti di Tepian Mahakam depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Taman Tugu
Pahlawan atau orang biasa menyebutkan Taman Segiri, dan Taman Cerdas dengan cara mengumpulkan putung rokok
berbekalkan sarung tangan dan sebuah plastic per komunitas karena tepat pagi
itu hujan deras mengguyur sebagian wilayah di Samarinda.
Aksi
tersebut dilakukan sambil mencari beberapa botol plastic yang diikat dengan
pita merah berisikan sebuah potongan puzzle didalamnya dan pada akhir acara
panitia akan mengumumkan komunitas terbaik berdasarkan banyaknya pengumpulan
potongan puzzle dan ketika puzzle berhasil disusun terlihatlah sebuah tulisan “HARI TANPA TEMBAKAU SEDUNIA KEREN TANPA
ROKOK” “Mari bersama-sama mencegah berkembangnya perokok pemula. Mencegah
dampak buruk konsumsi tembakau dan asap rokok serta menjaga kebersihan dan
kelestarian lingkunan di Bumi Etam” yang mengajak para perokok pemula untuk
berhenti sebelum menjadi pecandu tembakau karena kami sadar orang yang telah
menjadi pecandu tidak akan bias dihentikan lagi. Kegiatan Selesai pada pukul
12.00 siang dan diakhiri dengen penulisan surat kepada Bapak Presiden Republik
Indonesia agar segera mengaksesi FCTC dan makan siang serta berfoto bersama dan
akan di sebarkan melalui media social dengan #FCTCuntukIndonesia dan #SpeakUp4FCTC
Alim
Panggih Raharjo sebagai siswa dari SMA Negeri 2 Samarinda menyatakan “FCTC
sangat bagus karena dengan adanya FCTC orang-orang dapat terhindar dari
kematian meupun penyakit yang berasal dari asap rokok serta membantu perokok
pasif untuk mendapatkan udara yang bebas dari asap rokok terutama di Kawasan
Tanpa Rokok”
Lita
Amalia Oktaverina yang akrab disapa Lita merupakan siswa kelas sebelas SMK
Negeri 1 Samarinda dan anggota dari grup cover dance ikut berkomentar “Harusnya
rokok itu dilarang. Selain bahayanya lebih banyak, dalam islam (lebih banyak
mudaratnya daripada kebaikannya) serta membahaykan kesehatan setiap manusia ,
merusak lingkungan dan udara jadi tercemarkarena ROKOK. Suka heran sama anak
kecil dan pelajar yang sudah mengerti tentang rokok, entah karena ingin
dibilang keren sama teman-teman sebaya nya atau mengikuti trend zaman mereka,
yang jelas mereka itu salah” dengan cepat ia menambahkan lagi “ Tolong bagi
para orang tua contohkan yang baik untuk anaknya. Karena selain dari Negara yang
memerintahkan untuk melarang adanya rokok, lingkungan masyarakatnya tidak tercemar
oleh rokok, keluarga yang menjaga kesehatan setiap anggotanya. Perlu adanya
kesadaran dari dalam diri sendiri bahwa rokok itu suatu hal yang memperpendek
umur atau mempercepat kematian dan merusak generasi penerus bangsa selanjutnya”
Tidak
mau kalah dengan singkat dan jelas Ketua Forum Anak Kaltim Fajar Hafini menyatakan
“Kami sebagai pemuda Indonesia mendukung Presiden untuk segera mengaksesi FCTC
(Framework Convention on Tobacco Control) karena kita adalah target dan korban
dari dampak tembakau dan saya sebagai siswa SMK Negeri 1 juga menginginkan
sepenuhnya sekolah saya dan sekolah lainnya benar-benar menjadi Kawasan Tanpa
Rokok (KTR). Selamatkan generasi muda Indonesia” yang mengakhiri percakapan
kami hari ini.
Berdasarkan komentar diatas anak-anak di Kalimantan
Timur khususnya Samarinda sangat menginkan adanya udara segar bebas asap rokok
, iklan rokok yang tidak memadai, berusaha mengajak dan menjual para anak dan
remaja dan sikap orang tua yang diyakini baiknya sebagai contoh untuk anaknya
serta kebenaran adanya tulisan sebagai tanda “Kawasan Tanpa Rokok” benar-benar
dipatuhi bukan hanya sekedar pajangan. Singkatnya kami sebagai Organisasi di
bawah naungan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana mewakilkan
suara anak Kaltim yang sangat mendukung Presiden Republik Indonesia untuk
mengaksesi FCTC.
Kegiatan
yang dilakukan selama 5 jam ini sangat bermanfaat bagi para komunitas yang
mengikutinya diantaranya Forum Anak Kaltim, Kophi, BAN, Himateli, Himasta, Forum
Remaja dan berbagai mahasiswa dari UNMUL karena dapat mengurangi sampah dari
putung rokok di fasilitas umum, menyadarkan para pengguna rokok yang sedang
merokok saat kami memungut putungnya serta menjaga kesehatan dan mencegah para
remaja dan anak untuk mengurangi tingkat penggunaan rokok di lingkungan sekitar
kita.



