Rabu, 08 Juni 2016

Qalbun Salim - Forum Anak Kaltim

Rabu, 8 Juni 2016

       12 anggota forum anak kaltim mengunjungi panti asuhan Qolbun Salim di jalan Siradj Salman (Antasari Baru) Samarinda, Kalimantan Timur dalam rangka silaturahmi di hari ke tiga bulan ramadhan. Dengan membawa beberapa jajanan ringan dan sembako kami mengantarkan ke panti tersebut dan disambut dengan senyuman anak-anak. Mereka sangat antusias dengan bingkisan yang kami bawa. Kami pun sedikit mewawancarai salah satu anak yang bernama Ilham Nur (7 tahun) yang saat ini sedang libur sekolah dan berpuasa sehari penuh. Setelah berbincang-bincang dengan petugas kami segera pamit pulang mengingat waktu berbuka sebentar lagi. 

Berdasarkan hasil wawancara kami, di panti ini terdapat 22 anak mulai umur 1 tahun sampai 15 tahun dan 7 petugas panti. Panti asuhan ini didirikan pada bulan Juli 2011 dengan memakai fasilitas sebidang tanah (status sewa) dibawah naungan Yayasan Qolbun Salim Al Kaffah. Anak-anak yang ditampung di panti asuhan adalah anak yatim, anak piatu, anak yatim-piatu, anak tidak mampu serta anak terlantar.
     Biaya operasional panti ini dalam sebulan tidaklah sedikit melainkan Rp.26.100.000 sudah termasuk biaya sewa bangunan, biaya pendidikan, biaya makan, serta jajan dan ongkos sekolah semua anak tersebut. Dan beberapa waktu akan bertambah anak yang mereka asuh. 
       Mengingat sabda Rasulullah SAW "saya dan orang-orang yang mengasuh serta menyayangi akan berdampingan di syurga, begini sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya". (Al-Hadits)
     Sungguh mulia dan sabar para petugas yang mengurus semua perlengkapan dan kebutuhan anak-anak itu. besar harapan kami melalui panti asuhan ini, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang mampu memberikan sumbangsih yang positif bagi bangsa dan negara di masa depan. 
Ayo bantu saudara kita !! 


Senin, 30 Mei 2016

LINDUNGI DIRI, KELUARGA DAN LINGKUNGAN SEKITAR KITA DARI ASAP ROKOK

Samarinda, Minggu 29 Mei 2016
Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2016 Forum Remaja dan Youth Center CCE PKBI Kaltim mengadakan kegiatan dengan nama Save Our Planet demi mendukung gerakan FCTC. Aksi kegiatan ini bermula dari pukul  07.00 pagi di tiga titik fasilitas umum seperti di Tepian Mahakam depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Taman Tugu Pahlawan atau orang biasa menyebutkan Taman Segiri, dan Taman Cerdas  dengan cara mengumpulkan putung rokok berbekalkan sarung tangan dan sebuah plastic per komunitas karena tepat pagi itu hujan deras mengguyur sebagian wilayah di Samarinda.
Aksi tersebut dilakukan sambil mencari beberapa botol plastic yang diikat dengan pita merah berisikan sebuah potongan puzzle didalamnya dan pada akhir acara panitia akan mengumumkan komunitas terbaik berdasarkan banyaknya pengumpulan potongan puzzle dan ketika puzzle berhasil disusun terlihatlah sebuah tulisan “HARI TANPA TEMBAKAU SEDUNIA KEREN TANPA ROKOK” “Mari bersama-sama mencegah berkembangnya perokok pemula. Mencegah dampak buruk konsumsi tembakau dan asap rokok serta menjaga kebersihan dan kelestarian lingkunan di Bumi Etam” yang mengajak para perokok pemula untuk berhenti sebelum menjadi pecandu tembakau karena kami sadar orang yang telah menjadi pecandu tidak akan bias dihentikan lagi. Kegiatan Selesai pada pukul 12.00 siang dan diakhiri dengen penulisan surat kepada Bapak Presiden Republik Indonesia agar segera mengaksesi FCTC dan makan siang serta berfoto bersama dan akan di sebarkan melalui media social dengan #FCTCuntukIndonesia  dan #SpeakUp4FCTC
Alim Panggih Raharjo sebagai siswa dari SMA Negeri 2 Samarinda menyatakan “FCTC sangat bagus karena dengan adanya FCTC orang-orang dapat terhindar dari kematian meupun penyakit yang berasal dari asap rokok serta membantu perokok pasif untuk mendapatkan udara yang bebas dari asap rokok terutama di Kawasan Tanpa Rokok”
Lita Amalia Oktaverina yang akrab disapa Lita merupakan siswa kelas sebelas SMK Negeri 1 Samarinda dan anggota dari grup cover dance ikut berkomentar “Harusnya rokok itu dilarang. Selain bahayanya lebih banyak, dalam islam (lebih banyak mudaratnya daripada kebaikannya) serta membahaykan kesehatan setiap manusia , merusak lingkungan dan udara jadi tercemarkarena ROKOK. Suka heran sama anak kecil dan pelajar yang sudah mengerti tentang rokok, entah karena ingin dibilang keren sama teman-teman sebaya nya atau mengikuti trend zaman mereka, yang jelas mereka itu salah” dengan cepat ia menambahkan lagi “ Tolong bagi para orang tua contohkan yang baik untuk anaknya. Karena selain dari Negara yang memerintahkan untuk melarang adanya rokok, lingkungan masyarakatnya tidak tercemar oleh rokok, keluarga yang menjaga kesehatan setiap anggotanya. Perlu adanya kesadaran dari dalam diri sendiri bahwa rokok itu suatu hal yang memperpendek umur atau mempercepat kematian dan merusak generasi penerus bangsa selanjutnya”
Tidak mau kalah dengan singkat dan jelas Ketua Forum Anak Kaltim Fajar Hafini menyatakan “Kami sebagai pemuda Indonesia mendukung Presiden untuk segera mengaksesi FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) karena kita adalah target dan korban dari dampak tembakau dan saya sebagai siswa SMK Negeri 1 juga menginginkan sepenuhnya sekolah saya dan sekolah lainnya benar-benar menjadi Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Selamatkan generasi muda Indonesia” yang mengakhiri percakapan kami hari ini.
 Berdasarkan komentar diatas anak-anak di Kalimantan Timur khususnya Samarinda sangat menginkan adanya udara segar bebas asap rokok , iklan rokok yang tidak memadai,  berusaha mengajak dan menjual para anak dan remaja dan sikap orang tua yang diyakini baiknya sebagai contoh untuk anaknya serta kebenaran adanya tulisan sebagai tanda “Kawasan Tanpa Rokok” benar-benar dipatuhi bukan hanya sekedar pajangan. Singkatnya kami sebagai Organisasi di bawah naungan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana mewakilkan suara anak Kaltim yang sangat mendukung Presiden Republik Indonesia untuk mengaksesi FCTC.
Kegiatan yang dilakukan selama 5 jam ini sangat bermanfaat bagi para komunitas yang mengikutinya diantaranya Forum Anak Kaltim, Kophi, BAN, Himateli, Himasta, Forum Remaja dan berbagai mahasiswa dari UNMUL karena dapat mengurangi sampah dari putung rokok di fasilitas umum, menyadarkan para pengguna rokok yang sedang merokok saat kami memungut putungnya serta menjaga kesehatan dan mencegah para remaja dan anak untuk mengurangi tingkat penggunaan rokok di lingkungan sekitar kita.





Minggu, 24 April 2016

Salam Kenal

ini masih permulaan baru ngetest aja ya guys karena hari ini aku bangunnya telat dan harus kerja so, aku gak punya waktu banyak untuk ngetik dan menyalurkan inspirasiku hehe.. Etlis aku masih bisa nyapa kalian kokk :)